A. Ma'rifat
A. Ma'rifat
1. Pengertian Ma'rifat
Ma’rifat secara bahasa berasal dari kata “AlMa’rifah”, yang berarti mengetahui atau
mengenal sesuatu.
Sedangkan menurut istilah ma’rifat yang berarti
pengetahuan tentang rahasia hakikat agama,
yaitu ilmu yang lebih tinggi daripada ilmu yang
biasa didapati oleh orang-orang pada umumnya.
2. Dalil tentang Ma'rifat
اَلَمْ تَرَوْا اَنَّ اللّٰهَ سَخَّرَ لَكُمْ مَّا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ وَاَسْبَغَ عَلَيْكُمْ نِعَمَهٗ ظَاهِرَةً وَّبَاطِنَةً ۗوَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُّجَادِلُ فِى اللّٰهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَّلَا هُدًى وَّلَا كِتٰبٍ مُّنِيْرٍ
Terjemahan
Tidakkah kamu memperhatikan bahwa Allah telah menundukkan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untuk (kepentingan)mu dan menyempurnakan nikmat-Nya untukmu lahir dan batin. Tetapi di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan.
3. Contoh perilaku ma'rifat
Kita bisa mengambil contoh, yang sering terjadi di Indonesia, yaitu banjir.
Banjir sering terjadi ketika musim hujan. Banyak masyarakat menjadi korban, baik
meninggal maupun sakit. Masyarakat kehilangan kegiatan pekerjaan atau tidak
sekolah karena terhalang banjir. Berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi banjir,
tetapi masih saja banjir.
Dalam QS Al-baqarah ayat 255 menjelaskan bahwa Allah swt yang memiliki
apa yang ada dilangit dan apa yang ada dibumi. Bencana ini terjadi akibat perbuatan
manusia yang menyalahgunakan amanah yang diberikan oleh Allah swt untuk
menggunakan dan menjaga alam bagi kesejahteraan manusia.
Kini, kita kembali kepada Allah swt, bertobat, memohon pertolongan dan
pastikan diri kita tidak mengulangi perbuatan itu kembali. Setelah kita yakin kepada
Allah swt mulailah membiasakan membuang smapah pada tempatnya.
B. Ridho
1. Pengertian Ridho
Kata ridla berasal dari kata radhiya, yardha, ridhwanan yang artinya
senang, puas, memilih persetujuan, menyenangkan, menerima. Dalam
kamus bahasa Indonesia, ridha adalah rela, suka, senang hati, perkenan,
dan rahmat. Ibnu Ujaibah berkata bahwa ridha adalah menerima
kehancuran dengan wajah tersenyum, atau bahagianya hati ketika
ketetapan terjadi, atau tidak memilih-milih apa yang telah diatur dan
ditetapkan oleh Allah, atau lapang dada dan tidak mengingkari apa-apa
yang datang dari Allah.
2. Dalil tentang ridho
يَحْلِفُوْنَ لَكُمْ لِتَرْضَوْا عَنْهُمْ ۚفَاِنْ تَرْضَوْا عَنْهُمْ فَاِنَّ اللّٰهَ لَا يَرْضٰى عَنِ الْقَوْمِ الْفٰسِقِيْنَ
96. Mereka akan bersumpah kepadamu agar kamu bersedia menerima mereka. Tetapi sekalipun kamu menerima mereka, Allah tidak akan rida kepada orang-orang yang fasik.(QS At Taubah : 96)
3. Contoh penerapan perilaku ridho
▪ Bersyukur kepada Allah terhadap nikmat yang telah di berikan atau prestasi
yang telah di peroleh, sebagai sebuah ungkapan kerelaan hati yang mendalam.
▪ Bersabar dalam hati terhadap musibah yang telah menimpa dengan penuh
kesadaran bahwa musibah atau bencana tersebut merupakan takdir yang harus
diterima dengan penuh lapang dada.
▪ Terus berikhtiar dengan sungguh-sungguh untuk meraih prestasi yang lebih
baik sebagai keridaan sekaligus harapan terhadap ke mahamurahan Allah SWT.
▪ Menerima dengan penuh kerelan setiap takdir yang Allah tentukan sebagai
bagian dari keimanan kepada-Nya dan keyakinan bahwa dibalik setiap takdir
baik atau buruk selalu tersimpan rahasia dan hikmah yang amat berharga.
▪ Berfikir positif terhadap setiap hasil usaha yang maksimal atau prestasi kerja
yang optimal dengan semangat evaluasi dengan semangat evaluasi untuk
memperbaiki diri.
Komentar
Posting Komentar