Faqir dan Zuhud
Faqir dan Zuhud dalam konsep akhlak dan tasawuf
A. Faqir
1. Pengertian faqir
Faqir menurut ahli Bahasa adalah orang yang tidak mempunyai harta, pekerjaan/usaha, dan tidak mampu membiyayai hidupnya. Dalam perspektif tasawuf sikap fakir adalah sikap membutuhkan Alloh swt dalam segala hal karena kita ini dalam keadaan miskin.
Dalam tasawuf konsep faqir menurut simuh (1997: 62) ialah tidak berlebihan, menerima apa yang telah ditetapkan dan tidak menuntut atau meminta lebih dari apa yang telah ada. Sufi telah merasa cukup dengan apa yang telah dimiliki. Hal ini dilakukan selama dalam perjalanan rohani menuju ma’rifat pada Tuhan agar tercipta suasana hati yang netral, tidak ingin dan tidak memikirkan ada atau tidaknya harta duniawi. Seorang sufi yang berada pada tingkatan ini akan lebih tawadu’ baik dalam ibadah maupun yang hubungannya dengan manusia. Merasa faqir juga memiliki dampak untuk senantiasa bersyukur atas yang di berikan Allah SWT kepada kita, dengan begitu kita akan terhindar dari sikap serakah dan memakan hak orang lain
2. Dalil Faqir
Di dalam Al Qur’an Allah juga sudah banyak menjelaskan tentang faqir, diantaranya yaitu dalam QS Al Baqarah ayat 273
لِلْفُقَرَاۤءِ الَّذِيْنَ اُحْصِرُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ لَا يَسْتَطِيْعُوْنَ ضَرْبًا فِى الْاَرْضِۖ يَحْسَبُهُمُ الْجَاهِلُ اَغْنِيَاۤءَ مِنَ التَّعَفُّفِۚ تَعْرِفُهُمْ بِسِيْمٰهُمْۚ لَا يَسْـَٔلُوْنَ النَّاسَ اِلْحَافًا ۗوَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ خَيْرٍ فَاِنَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيْمٌ ࣖ
Artinya : (Apa yang kamu infakkan) adalah untuk orang-orang fakir yang terhalang (usahanya karena jihad) di jalan Allah, sehingga dia yang tidak dapat berusaha di bumi; (orang lain) yang tidak tahu, menyangka bahwa mereka adalah orang-orang kaya karena mereka menjaga diri (dari meminta-minta). Engkau (Muhammad) mengenal mereka dari ciri-cirinya, mereka tidak meminta secara paksa kepada orang lain. Apa pun harta yang baik yang kamu infakkan, sungguh, Allah Maha Mengetahui (QS Al Baqarah : 273)
Dalam ayat tersebut menjelaskan bahwasanya mereka menjadi fakir karena sibuk berjihad di jalan Allah sampai tidak sempat mencari nafkah di muka bumi. Dalam tafsir Al misbah di jelaskan Mereka adalah orang-orang terhormat, bersih walau miskin, rapi walau sederhana, taat beragama, sangat menghargai diri mereka, dan sedemikian baik penampilannya sampai-sampai orang yang tidak tahu menyangka mereka orang tidak butuh karena mereka memelihara diri mereka dari mengemis. a. Mereka terlihat khusyuk dan sederhana, bahkan bisa jadi wajahnya pucat pasi, tetapi ketakwaan menjadikan mereka penuh wibawa dan kehormatan, apalagi mereka tidak membuang air muka dengan mendesak orang lain agar mereka diberi sesuatu.
3. Perilaku faqir dalam kehidupan sehari - hari
Penerapan konsep faqir ini dalam kehidupan sangatlah banyak, seperti misalkan kita mensyukuri nikmat yang Allah berikan walau hanya bisa makan dengan mie instan dan nasi ataupun hanya nasi dengan telur dan sambel itu sudah termasuk dalam faqir. Dan juga misalkan kita diberikan kelebihan harta jangan bermegah - megahan terhadapnyah harta itu.karena semua hanya titipan dan suatu saat akan dikembalikan, tak lupa menyisihkannya untuk zakat dan sedekah kepada orang yang membutuhkan karena di dalam harta kita juga terdapat bagian rezeki untuk mereka.
B. Zuhud
1. Pengertian Zuhud
Secara etimologis, zuhud berarti ragaba ‘an syai’in wa tarakahu, artinya tidak tertarik terhadap sesuatu dan meninggalkannya. Sedangkan Zahada fi al-dunya, berarti mengosongkan diri dari kesenangan dunia untuk hal ibadah. definisi zuhud adalah sikap/akhlak seorang muslim yang menghilangkan rasa hubbud dunya (cinta dunia) di dalam dirinya dan memfokuskan diri untuk beribadah kepada Allah SWT. Zuhud sejatinya adalah sikap yang harus dimiliki oleh setiap muslim bukan hanya seorang sufi saja. Seorang yang bersikap zuhud mereka akan melaksanakan kegiatan sebagai ibadah, dan tidak akan tergoda oleh kemewahan duniawi karena mereka menganggap bahwa dunia hanya jembatan menuju kehidupan yang abadi yaitu kehidupan akhirat.
2. Dalil Tentang Zuhud
مَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الْآخِرَةِ نَزِدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ ۖ وَمَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ نَصِيبٍ
Artinya : “Barangsiapa menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambahkan keuntungan itu baginya, dan barangsiapa menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian darinya (keuntungan dunia), tetapi dia tidak akan mendapat bagian di akhirat.”(QS Asy Syura : 20)
Dalam surat Asy Syura Allah SWT menjelaskan konsep zuhud adalah mengedepankan urusan di akhirat dan meninggalkan urusan di dunia. Sebagaimana dijelaskan oleh M Quraish Shihab dalam tafsirnya “Barangsiapa yang, dengan amal perbuatannya, menginginkan pahala akhirat, Kami akan memberikan pahala itu secara berlipat ganda. Sedangkan orang yang, dalam amal perbuatannya, menginginkan kesenangan dunia saja, akan Kami berikan bagian itu saja. Dan di akhirat kelak, ia tidak akan memperoleh apa-apa.
3. Perilaku zuhud dalam sehari – hari
Dalam kehidupan sehari-hari kita makan dan minum jangan hanya diniatkan untuk mencukupi kebutuhan perut tetapi niatkanlah sebagai ibadah, dengan makan dan minum akan lebih mencukupi nutrisi sehingga mampu beribadah lebih khusyu’. Contoh lain juga misalkan dalam bekerja jangan hanya diniatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan meningkatkan kualitas kehidupan, tetapi niatkanlah untuk beribadah karna kalau kita niat bekerja untuk beribadah menafkahi istri dan keluarga maka insyaallah sebelum kita berangkat bekerja Allah SWT sudah memberikan rezeki kepada kita.
C. Hikmah Mempelajari Faqir dan Zuhud
1. Hati menjadi tenang dan tidak gelisah terhadap kekurangan, karena yakin bahwasanya Allah maha Razaq dan maha mencukupi.
2. Terhindar dari penyakit hubbud dunya, istidraj dan isthiba’ sehingga berorientasi pada akhirat tanpa mengharap balasan apapun.
3. Semakin dekat dengan Allah SWT karena menjalankan perintahnya dengan hidup sederhana dan tidak bermewah-mewahan sehingga tidak termasuk ke dalam golongan orang yang dzolim.
4. Hidupnya tenang dan damai karena setiap permasalahan mengadu kepada Allah SWT dan yakin bahwa segala permasalahan pasti ada solusinya.
5. Dengan mempelajari kita juga bias mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga di senangi oleh banyak orang.
6. Menjadikan seseorang rajin beribadah dan bersedekah kepada sesama.
7. Mensyukuri segala nikmat yang telah Allah berikan kepada kita baik kecil atau besar sedikit maupun banyak.
8. Menjadikan setiap kegiatan di dunia sebagai ibadah, seperti makan dan minum dengan niat memenuhi kebutuhan tubuh agar beribadah bias lebih khusyu’, bekerja diniatkan untuk mencari nafkah demi keluarga bukan untuk meningkatkan taraf hidup dan lain sebagainya.
9. Dengan mempelajari zuhud dan faqir insyaallah juga akan mendapatkan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat.
Komentar
Posting Komentar