PERKEMBANGAN ILMU AKLHAK DAN TASAWUF PADA MASA KEMUNDURAN ISLAM (1258 M-1800M),MASA MODERN DAN KONTEMPORER
1. Akhlak pada masa kemunduran Islam
Pada masa ini dii kalangan bangsa Arab, sedikit sekali tokoh cendekia yang mempelajari akhlak secara ilmiah.Hal ini disebabkan karena mereka merasa sudah cukup mengambil pelajaran akhlak dari agama dan tidak memerlukan sumber lain. Mereka tidak merasa butuh terhadap pembahasan secara ilmiah mengenai asas-asas yang baik dan buruk, patut dan tidak patut atau benar dan salah. Karena itu, agama menjadi motif kebanyakan mereka yang menulis tentang akhlak, sebagaimana Ihya’ Ulumuddin oleh al-Ghozali dan Adabuddunya waddin oleh Mawardi. Dengan adanya sedikit para ilmuwan cendikiawan yang tidak terlalu menjadikan akhlak sebagai hal utama yang hanya sumbernya diambil dari Alquran dan Hadits,maka perkembangan akhlak pada masa ini sangat mengalami perkembangan yang kurang signifikan.
2. Tasawuf pada Masa kemunduran Islam
Rasanya tidak bijaksana untuk menghancurkan Peradaban Islam disebabkan oleh pemikiran Imam Al-Ghazali. Menurut William C. Mengutip dari William C. Chittich,"Ajaran tasawuf telah menjadi kambing hitam bagi kemunduran Islam." Di sisi lain,tasawuf menjadi agama kaum awam dan mengandung unsur takhayul diambil dari agama lain. Beberapa ahli juga menyatakan bahwa kemajuan ini mulai surut sebagai serangan al-Gazali terhadap para filosof dan ilmuwan. Oleh karena itu, al-Gazali dalam dianggap sebagai penyebab kemunduran Islam. Sebagai bagian dari Islam tasawuf dan tarekat banyak mendapatkan sorotan dari banyak pihak. Ajaran tasawuf dan amalan-amalan tarekat memang menimbulkan kontroversi dan perdebatan panjang dari pihak manapun. Ketika ajaran tasawuf yang dikembangkan dan dikuatkan oleh Al Ghazali saat keruntuhan dinasti Abbasiyah, terjadi pertikaian yang sangat sengit antara kaum sufi dengan kaum syariat. Kedua kelompok yang terakhir ini dengan pendekatan legalistik formalistik menuduh bahwa tasawuf telah menyeleweng dari ketentuan-ketentuan syariat dan tauhid. Kemunculan neosufisme pada abad ke-14 telah menimbulkan optimisme baru akan masa depan tentang tasawuf dan tarekat dalam Islam yang berguna untuk menghadapi berbagai masalah kehidupan kaum Muslim di masa modern yang semakin rasionalistik,materialistik dan konsumeristik.
3. Tasawuf pada era Modern
Dalam kehidupan masyarakat modern, tasawuf tetap dibutuhkan dalam membimbing masyarakat menuju jalan kedamaian, di tengah tengah kehidupan dalam membimbing menuju jalan kedamaian, di tengah tengah kehidupan modern yang dirasakan semakin gersang dan memudarnya nilai nilai sprituaslisme. Tidak dapat dimungkiri bahwa keberadaan tasawuf bagi kalangan masyarakat modern seperti ini tetap dubutuhkan keberadaanya. Pada saat ini, hati manusia telah terkikis oleh pandangan dunia materialistis yang berpikir serba kebendaan. Dengan demikian, tasawuf merupakan alternative bagi pelarian masyarakat modern yang ingin mempertajam mata hati menuju jalan tuhan. Dalam masa tasawuf dapat di terapkan dengan menasehati pemerintah mengenai berbagai kebijakan - kebijakan yang dibuat agar sesuai dengan ajaran Islam. Menurut tokoh masyarakat di desa saya yaitu ustadz Miftahurrahman menasehati pemerintah adalah salah satu jalan jihad yang harus dilakukan bagi para muslim bdalam upaya untuk mempertahankan dan memperbaiki struktur dan tatanan negara agar sesuai dengan ajaran agama Islam. Maka dari itu diperlukan ulama untuk terjun ke dalam dunia politik dalam upaya meluruskan kebijakan politik agar sesuai dengan Islam dan dapat memakmurkan rakyatnya.
4. Tasawuf pada era Kontemporer
Tasawuf kontemporer adalah ajaran kesufian yang berbau spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT tanpa meluapkan tugas sosialnya sebagai makhluk dengan senantiasa hidup aktif dan optimis terhadap perubahan zaman yang dinamis. Menjalin hubungan dengan Allah SWT yang berorientasi kepada akhirat, juga menjalin hubungan dengan sesame (manusia dengan alam) yang berorientasi kepada dunia secara proposional. Inikah yang akan melahirkan sosok manusia muslim yang saleh spiritualnya juga saleh secara social. Tujuan adanya tasawuf kontemporer adalah untuk menggiring manusia modern yang terjebak ke dalam rasionalitas tinggi, kebendaan dan pola hidup yang menabrak batas agama menuju kepada jalan tuhan yang lurus melalui pendekatan spiritual
Komentar
Posting Komentar