Sosiologi
1. PENGERTIAN SOSIOLOGI
Sosiologi adalah ilmu sosial yang mempelajari setiap kehidupan masyarakat. Objek kajian dari sosiologi tidak lain ialah kehidupan manusia. Kata sosiologi berasal dari bahasa Yunani, yang terdiri dari kata ‘socius’ yang artinya masyarakat, dan ‘logos’ yang artinya ilmu. Sosiolog De Saint Simon, bapak perintis sosiologi (1760-1825) menjelaskan bahwa sosiologi itu mempelajari masyarakat dalam aksi-aksinya,dalam usaha koleksinya, baik spiritual maupun material yang mengatasi aksi-aksi para peserta individu dan saling tembus menembus. Bapak sosiologi adalah Auguste Comte (1789-1853). Kata sosiologi mula-mula digunakan oleh Auguste Comte, dalam tuliasannya yang berjudul Cours de Philosopie Positive (Positive Philosophy) tahun 1842.
2. Pengertian Masyarakat Madani
Masyarakat madani dapat diartikan sebagai suatu masyarakat yang berada dalam membangun, menjalani, dan memaknai kehidupannya. Masyarakat madani sejatinya bukanlah konsep yang ekslusif dan dipandang sebagai teori kuno. Ia merupakan konsep yang
senantiasa hidup dan dapat berkembang dalam setiap ruang dan waktu. Dalam bahasa Arab konsep masyarakat Madani dikenal dengan istilah al-mujtama’ al-madani, dalam bahasa Inggris disebut dengan istilah civil society. Selain kedua istilah tersebut, ada dua istilah yang merupakan istilah lain dari masyarakat Madani yaitu masyarakat sipil dan masyarakat kewargaan.
3. Term Al-Qur’an Yang Menunjuk Arti Masyarakat Madani
Ada beberapa term yang digunakan Al-Qur’an untuk menunjukan arti masyarakat
madani, antara lain:
- Ummatan Wahidah Ungkapan ini terdiri dari dua kata ummah dan wahidah. Kata ummah berarti sekelompok manusia atau masyarakat. Sedangkan kata wahidah adalah bentuk muannas dari kata wahid yang secara bahasa berarti satu. Ungkapan ini terulang dalam Al-Qur’an sebanyak sembilan kali, diantaranya terdapat dalam Q.S. Al- Baqarah:213. Dalam ayat tersebut secara tegas dikatakan bahwa manusia dari dulu hingga kini merupakan satu umat. Allah menciptakan mereka sebagai mahluk sosial yang saling berkaitan dan saling membutuhkan. Jadi, ummatan wahidah adalah suatu ummat yang bersatu berdasarkan iman kepada Allah SWT dan mengacu kepada nilai-nilai kebajikan.
- Ummatan Washatan Istilah ini antara lain terdapat dalam q.s. Al-baqarah:143. dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa kualifikasi umat yang baik adalah ummatan wasathan, yang bermakna dasar pertengahan atau moderat. Posisi pertengahan menjadikan anggota masyarakat tersebut tidak memihak ke kiri dan ke kanan, yang dapat mengantar manusia berlaku adil.
- Khairu Ummah Khairu ummah adalah bentuk ideal masyarakat Islam yang identitasnya adalah integritas keimanan, komitmen kontribusi positif kepada kemanusiaan secara universal dan loyalitas pada kebenaran dengan aksi amar ma’ruf nahi munkar sebagaimana diungkapkan dalam Q.S. Ali Imran: 10
- Baldatun Thayyibah Kata baldatun berasal dari kata balad, secara bahasa biasa diterjemahkan dengan tempat sekumpulan manusia hidup. Baldatun Thayyibatun berarti mengacu pada tempat bukan pada kumpulan orang. Namun penyusun tetap memasukkan ungkapan tersebut dalam istilah masyarakat ideal dengan pertimbangan faktor kebahasaan, Dalam studi bahasa dikenal istilah “makna kolokasi”.
“Masyarakat Madani di Indonesia”
- Pluralistik /Keberagaman
- Sikap saling pengertian antara sesama anggota masyarakat
- Toleransi yang tinggi
- Memiliki sanksi moral
Karakteristik-karakteristik diharapkan senantiasa mewarnai kehidupan
masyarakat madani model Indonesia nantinya. Keberadaan masyarakat Indonesia
dapat melalui tersebut dicermati perjalanan Indonesia. Secara historis
perwujudan bangsa masyarakat madani di Indonesia sebenarnya sudah mulai
dicita-citakan semenjak terjadinya perubahan sosial ekonomi pada masa kolonial,
terutama ketika kapitalisme mulai diperkenalkan oleh Belanda. Hal ini ikut
mendorong terjadinya pembentukan sosial melalui proses industrialisasi,
urbanisasi, dan pendidikan modern.
Komentar
Posting Komentar