PENDEKATAN PLURALISTIK RELIGIUS
1. Pengertian PLURALISTIK
Pluralisme adalah sebuah asumsi yang meletakkan kebenaran agama sebagai kebenaran yang relatif dan menempatkan agama-agama pada posisi setara, apapun jenis agama itu. Pluralisme agama meyakini bahwa semua agama adalah jalan-jalan yang sah menuju Tuhan yang sama. Atau, paham ini menyatakan bahwa agama adalah persepsi manusia yang relatif terhadap Tuhan yang mutlak, sehingga karena kerelatifannnya, maka seluruh agama tidak boleh mengklaim atau meyakini bahwa agamanya yang lebih benar dari agama lain atau meyakini hanya agamanya yang benar
2. CIRI-CIRI PLURALISTIK
Ciri-ciri sikap pluralitas adalah sebagai berikut :
Pluralistic mengandung pengertian bahwa dalam kehidupan bersama dilandasi oleh sikap inklusif.Sikap pluralistic tidak bersifat sectarian dan eksklusif yang terlalu membanggakan kelompoknya sendiri dan tidak memperhitungkan kelompok lain.Sikap pluralistic tidak bersifat formalistic belaka,yang hanya menunjukkan perilaku semu.
Sikap pluralistic mengarah pada tindakan konvergen bukandivergen. Sikap pluralistic mencari common denominator atau de grootste gemene deeler dan de kleinste gemene veelvoud dari keanekaragaman sebagai common platform dalam bersikap dan bertingkah laku bersama.Sikap pluralistic tidak bersifat ekspansif sehingga lebih mementingkan kualitas daripada kuantitas.Bersikap toleran, memahami pihak lain serta menghormati dan menghargai pandangan pihak lain.
Sikap pluralistic tidak menyentuh hal-hal yang bersifat sensitif pada pihak lain.Sikap pluralistic bersifat akomodatif dilandasi oleh kedewasaan dan pengendalian diri secara prima. Sikap pluralistic bersifat sportif, berani mengakui keunggulan dan kelemahan diri dan mitra kerja atau mitra bertanding. Sikap pluralistic menghindari sikap ekstrimitas, mengembangkan sikap moderat, berimbang dan proporsional.Sikap pluralistic menghindari diskriminasi, mengutamakan musyawarah untuk mufakat, dan mengakui keunggulan serta kelemahan sendiri maupun orang lain.
3. SIKAP TERHADAP PLURALISTIK AGAMA
kita harus mengakui bahwa setiap agama dengan para pemeluknya masing-masing mempunyai hak yang sama.Maka yang harus dibangun adalah perasaan dan sikap saling menghormati antar pemeluk agama.Menghormati setiap individu tanpa melihat latar belakangnya.Bersikap terbuka terhadap perbedaan yang ada.Tidak memaksakan kehendak.Saling membantu.Tidak mengejek keyakinan, agama, ras ataupun budaya lain
4. PENDEKATAN PLURALISTIK DALAM MENUJU KEBENARAN DAN KESATUAN
pendekatan pluralisme dan multikulturalisme merupakan keniscayaan sejarah yang tidak bisa dipungkiri keberadaannya, dan merupakan tantangan yang dihadapi oleh agama-agama. Untuk itu, perlu pemahaman yang lebih mendalam dalam melakukan kajian agama-agama.
Berkaitan dengan pluralisme, sejatinya Islam sejak awal telah memperkenalkan prinsip-prinsip pluralisme, atau lebih tepatnya pengakuan terhadap pluralitas dalam kehidupan manusia. Pengakuan Islam terhadap adanya pluralitas itu dapat dielaborasi ke dalam dua perspektif; pertama teologis dan yang kedua sosiologis. Model pluralisme yang bersyaratkan komitmen yang kokoh terhadap agama masing-masing telah dicontohkan oleh Rasullah SAW, baik dalam kata maupun tindakan, sebagaimana teraktualisasi dalam mitsaq al-Madinah dan tata pengelolaan kepemimpinan masyarakat (negara) Madinah yang mengayomi heterogenitas suku, etnis dan pluralitas agama.
Komentar
Posting Komentar