REVIEW Materi H-8

 Pengertian Kebenaran Non Ilmiah

Kata “Kebenaran” dapat digunakan sebagai salah satu kata benda yang konkret maupun abstrak (Abbas Hamami, 1983). Jika subyek hendak menuturkan kebenaran artinya adalah preposisi yang benar. Dengan kata lain arti kebenaran itu bergantung pada preposisi yang mengikuti di belakangnya. Sehingga kebenaran akan memiliki presepsi dan pengertian yang bebeda satu sama lain. Kebenaran non ilmiah adalah kebenaran yang diperoleh bukan berdasarkan penalaran logika ilmiah. Kebenaran tersebut disebabkan karena sifat dan caranya yang sederhana ,penuh dengan kira-kira ,serta tidak dapat di jangkau oleh alat indra manusia.

Teori-teori Kebenaran Non Ilmiah


Pengetahuan Biasa

Penganut teori ini disebut dengan realisme. Teori ini mempunyai pandangan realitas terhadap alam. Pengetahuan menurut realisme adalah gambaran atau kopi yang sebenarnya dari apa yang ada dalam alam nyata (dari fakta atau hakikat). Realisme berpendapat bahwa pengetahuan adalah benar dan tepat jika sesuai dengan kenyataan.

Wahyu

 Wahyu adalah pengetahuan yang disampaikan oleh Allah kepada manusia lewat perantaraan para nabi. Para nabi memperoleh pengetahuan dari Tuhan tanpa upaya, tanpa bersusah payah, tanpa memerlukan waktu untuk memperolehnya. Pengetahuan mereka terjadi atas kehendak Tuhan semesta.

 Mitos/Keyakinan

 Keyakinan adalah kemampuan yang ada pada diri manusia yang diperoleh melalui kepercayaan. Sesungguhnya antara sumber pengetahuan berupa wahyu dan keyakinan ini sangat sukar untuk dibedakan. Adapun keyakinan melalui kemampuan kejiwaan manusia merupakan pematangan dari kepercayaan.

Mistik/Spiritual

 Mistik atau disebut juga dengan spiritual adalah teori yang masuk dalam supra-rasional. Terkadang memiliki bukti empiris, tetapi kebanyakan tidak dapat dibuktikan secara empiris. Spiritualisme adalah ajaran yang menyatakan bahwa kenyataan yang terdalam adalah roh (Pneuma, Nus, Reason, logos) yaitu roh yang mengisi dan mendasari seluruh alam.

 Intuisi

 Menurut Henry Bergson intuisi adalah hasil dari evolusi pemahaman yang tertinggi. Kemampuan ini mirip dengan insting, tetapi berbeda dengan kesadaran dan kebebasannya. Intuisi memerlukan suatu usaha. Ia juga mengatakan bahwa intuisi adalah suatu pengetahuan yang langsung, yang mutlak dan bukan pengetahuan yang nisbi.

Cara Menemukan Kebenaran Non Ilmiah

1. Penemuan Kebenaran secara kebetulan Suatu peristiwa yang tidak disengaja kadang-kadang ternyata menghasilkan suatu kebenaran yang menambah perbendaharaan pengetahuan manusia, karena sebelumnya kebenaran itu tidaklah diketahui.

2. Penemuan kebenaran dengan trial and error Mencoba sesuatu secara berulang-ulang, walaupun selalu menemukan kegagalan dan akhirnya menemukan suatu kebenaran disebut cara kerja trial and error.

3. Penemuan kebenaran melalui otoritas atau kewibawaan Di dalam masyarakat, kerapkali ditemui orang-orang yang karena kedudukan pengetahuannya sangat dihormati dan dipercayai. Orang tersebut memiliki kewibawaan yang besar di lingkungan masyarakatnya. Banyak pendapatnya yang diterima sebagai kebenaran. Kepercayaan pada pendapatnya itu tidak saja karena kedudukannya di dalam masyarakat itu, misalnya sebagai pemimpin atau pemuka adat atau ulama dan lain-lainnya, tetapi dapat juga karena keahliannya dalam bidang tertentu.

4. Penemuan Kebenaran secara spekulatif Cara ini mengandung kesamaan dengan cara trial and error karena mengandung unsur untung-untungan dalam mencari kebenaran. Oleh karena itu cara ini dapat dikategorikan sebagai trial and error yang teratur dan terarah. Dalam prakteknya seseorang telah memulai dengan menyadari masalah yang dihadapinya, dan mencoba meramalkan berbagai kemungkinan atau alternatif pemecahannya. Kemudian tanpa meyakini betul-betul tentang ketepatan salah satu alternatif yang dipilihnya ternyata dicapai suatu hasil yang memuaskan sebagai suatu kebenaran.

5.Penemuan Kebenaran dengan Akal Sehat Akal sehat dan ilmu adalah dua hal yang berbeda sekalipun dalam batas tertentu keduanya mengandung persamaan. Menurut Conant yang dikutip Kerlinger (1973:3) akal sehat adalah serangkaian konsep (concepts) dan bagan konseptual (conceptual schemes) yang memuaskan untuk penggunaan praktis bagi kemanusiaan.

6. Penemuan Kebenaran melalui Prasangka Pencapaian pengetahuan secara akal sehat diwarnai oleh kepentingan orang yang melakukannya. Hal yang demikian itu menyebabkan akal sehat mudah beralih menjadi prasangka.

7. Penemuan Kebenaran melalui Pendekatan Intuitif Dalam pendekatan intuitif orang menentukan "pendapat" mengenai sesuatu berdasar atas "pengetahuan" yang langsung atau didapat dengan cepat melalui proses yang tak disadari atau yang tidak difikirkan lebih dahulu, dengan intuisi.

Komentar