Review Materi H-6
Nama : Fariz Nurman Adi Nugroho
NIM. : 213111153
KELAS : PAI 1 E
SEJARAH PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN di DUNIA ISLAM
Periodisasi sejarah dalam peradaban Islam secara garis besar terbagi tiga bagian, yaitu fase klasik dimulai tahun 650-1250 M, fase pertengahan pada tahun 1250-1800 M, dan fase modern mulai 1800 sampai sekarang. Namun pembahasan makalah ini, penulis akan membatasinya menjadi tiga periode, yaitu Perkembangan ilmu pada periode awal Islam, Umayah, Abbasiyah, dan Modern.
1. PERIODE AWAL ISLAM
Periode awal Islam ini sering juga disebut sebagai fase yang mana kitab suci Al- Qur’an baru diturunkan di tengah-tengah umat manusia. Periode ini dimulai dari abad ke-7 sampai abad ke-13 Masehi. Periode ini bermula dengan ditandainya kemajuan kepustakaan Arab, pengajaran Islam dan penyebaran pokok-pokok peradaban Islam (hadlarah Islamiyyah) yang merangkul tiga unsur penting dalam peradaban, yaitu : keagamaan, kesukuan, dan aristokratis. Dalam periode ini, perkembangan ilmu pengetahuan Islam lebih cenderung kearah ilmi-ilmu syari’at dibanding ilmu-ilmu logika. Ilmu syari’at yang bertumpah pada sumber primer Islam, Al-Qur’an dan Hadits, mampu menjawab permasalahan-permasalahan ibadah paska sepeninggalan Nabi. Termasuk juga munculny ilmu qira’at yang erat kaitannya dengan cara membaca dan memahami kandungan Al-Qur’an.
Dalam rangka penyebaran ilmu qira’at ini , khalifah Umar mengirim delegasi untuk menyebarkan bacaan yang benar. Antara lain Muadz bin Jabal ke ke Palestina, Ubadah bin Shamit ke kota Hims, Abu Drda’ ke Damaskus, sementara Ubay bin Ka’ab dan Abu Ayub tetap di Madinah.
2. MASA UMAYYAH
Sebutan Daulah Umayyah berasal dari nama Umayyah bin Abdi Syams bin Abdil Manaf, salah satu seorang pemimpin suku Qurais pada zaman Jahiliyah (pra-Islam). Bani Umayyah baru masuk Islam setelah Rasullulah berhasil menaklukkan kota Mekah (fathul Makkah).Pada masa ini banyak kemajuan seperti halnya peran Ali Al-Qali yang berhasil membumikan bahasa Arab di Andalusia, Cordova. Pada tahun 330H /941 M.
3. MASA ABBASIYAH
Peradaban Islam mengalami puncak kejayaan pada masa Daulah Abbasiyah. Ilmu pengetahuan pada masa ini sangat maju secara pesat. Kemajuan ilmu pengetahuan pada masa ini disebabkan adanya gerakan terjemah besar-besaran terhadap naskah-naskah asing ke dalam bahasa Arab terutama naskah-naskah Yunani. Meskipun gerakan terjemah naskahnaskah asing sudah dimulai sejak masa Umayyah, namun puncak keemasan ada pada masa Abbasiyah. Upaya penerjemahan yang dilakukan Abbasiyah tidak hanya bersumber dari naskah Yunani saja, melainkan sumber lain, seperti bahasa Persia ke dalam bahasa Arab. Kemajuan ilmu pada masa Abbasiyah yang paling menonjol dibanding masa Umayyah, yaitu adanya perpustakaan dan observatorium Baitul Hikmah. Tempat ini berfungsi sebagai perpustakaan sekaligus tempat pusat pengembangan ilmu pengetahuan. Institusi ini merupakan lanjutan dari institusi di masa Imperium Sasania Persia yang bernama Jundisaphur Academy. Pada masa ini juga, perkembangan mazhab-mazhab Islam juga sangat banyak bermunculan. Antaranya, Imam Auza’I (w. 774 M). yang merupakan pendiri mazhab Auza’I di Syiria. Pendiri Mazhab besar kedua, Malik Ibn Anas (w. 795 M), yang memiliki karya agung di bidang Hadis kitab al-Muawaththa’Selain kaya akan pengembangan bidang agama, pada masa ini juga bidang perekonomian juga berkembang pesat.
4. MASA MODERN
Periode modern ini secara umum dimulai dari akhir abad ke delapan belas hingga saat ini. Tentu dalam perjalanan perkembangan ilmu pengetahuan di semua Negara memiliki corak dan pembaharu masing-masing. Seperti Indonesia, perkembangan pengetahuan Islam di Negara ini tidak bisa lepas dari peran dua organisasi masyarakat besar, yaitu Muhammadiyyah dan Nahdlatul Ulama.Muhammadiyyah yang didirikan Muhammad Darwisy atau kemudian dikenal dengan KH. Ahmad Dahlan, secara garis besar membawa misi ingin mengajak umat Islam Indonesia disamping belajar ilmu-ilmu agama juga mendalami ilmu-ilmu umumKemudian, organisasi besar kedua yaitu Nahdlatul Ulama yang diprakarsai KH. Hasyim Asy’ari. Secara umum, organisasi ini dalam bidang pendidikan lebih menfokuskan pengajaran-pengajaran dengan sistem klasik, yaitu mengajarkan kitab-kitab kuning (turats) di lembaga non-formal atau yang lebih umum disebut pesantren.Dalam dunia kampus Islam di Indonesia, juga terdapat inovasi-inovasi baru dalam wacana keislaman. Sebagai contoh, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga menyeru gagasan pendidikan Islam integrasi interkoneksi yang diusung Prof. Amin Abdullah rektor kampus sebelumnya. Amin Abdullah mengilustrasikan ide besarnya ini dengan jaring labalaba. Yang mana ditengah-tengah jaring itu sebagai symbol al-Qur’an sebagai dasar utama. Disusul jaring kedua yaitu symbol dari Sunah, dan disusul ilmu-ilmu pengetahuan yang lain pada setiap jaring berikutnya. Disamping bentuk jaring laba-laba (scientific spider web), ide Amin Abdullah juga ditampilkan dalam bentuk fisik bangunan di setiap kampus UIN Yogyakarta yang saling berkatan antara bangunan satu dengan yang lain
KESIMPULAN
Di dalam Islam, pengertian ilmu pengetahuan terdapat beberaapa pendapat ulama. Namun perbedaan ini memiki satu kasamaan, yaitu ilmu pengetahuan merupakan suatu cara pemahaman yang seperti apa adanya suatu yang akan dipahami (ma’lûm). Kemudiaan, sesuatu bisa dikategorikan ilmu pengetahuan apabila ia merupakan sebuah perangkat yang bisa membawa kehidupan manusia kearah yang relatif lebih mudah dan bermartabatSerta bagi ilmu keagamaan, mampu membawa pemiliknya ke jalan yang lebih positif, menyayangi semua makhluk, lingkungan, dan pada akhirnya mendekatkan diri pada sang pencipta. Secara garis besar, sejarah peradaban Islam terpusatkan di dua periode, yaitu pada masa Umayyah dan Abbasiyah. Sebab pada periode ini, umat Islam mengalami kemajuan di satu sisi, serta mengalami masa disintegrasi di sisi lain. Terlebih pada masa Umayah yang mampu menaklukan beberapa kerajaan besar, menjadikan Islam semakin menyebar luas di seluruh dunia. Dan gerakan terjemah kitab-kitab asing yang dilakukan secara besar-besaran di masa Abasiyah juga menjadikan citra Islam semakin bersinar dan menguasai panggung akademis.
Komentar
Posting Komentar